Melatih Puluhan guru Muhammadiyah berkualitas dari pembuatan soal dan kisi kisi

Sekolah Dasar Muhammadiyah 15 Wiyung Surabaya menggelar pelatihan kepada guru-guru. Pelatihan yang diikuti oleh sekitar 50 peserta itu mengangkat tema “Membuat Soal yang ber-Kualitas dan ber-Mutu”.

Suher M. Saidi, salah satu pemateri pelatihan itu mengatakan dalam pembuatan soal yang berkualitas, penggunaan kaidah, terutama ejaan, harus diperhatikan. Kaidah ejaan Bahasa Indonesia sering tidak diperhatikan dalam pembuatan soal.

“Pembuat soal biasanya hanya lebih focus pada materi pelajaran, bahkan mereka hanya merasa target utama dalam pembuatan soal itu adalah mutu soal yang diukur dalam tingkat kesulitan soal,” kata Suher dalam pelatihan itu, Sabtu, (24/12/2016).

Kaidah ejaan bahasa Indonesia adalah sebuah aturan atau patokan yang harus diikuti dalam pemakaian ejaan dalam bahasa Indonesia. Kaidah ejaan bahasa Indonesia terbaru tertuang dalam Permendikbud nomor 50, tahun 2015. Kaidah tersebut dinamakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

“Guru dalam menyusun soal diharapkan menggunakan kaidah yang berlaku saat ini, sehingga akan mempermudah siswa dalam mengerjakan tugas penilaian baik harian, tengah, atau akhir semester,” ungkapnya.

Menurut Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surabaya ini mengatakan banyak orang berpikir bahwa kaidah ejaan hanya dipakai dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Ejaan berhubungan dengan penggunaan kalimat bahasa Indonesia. Padahal, jika kita lihat, semua materi pelajaran yang dijelaskan menggunakan Bahasa Indonesia pasti memakai kaidah ejaan bahasa Indonesia.

“Memang, ejaan sebagai materi pelajaran termasuk dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, penggunaan ejaan dalam kehidupan sehari-hari juga melingkupi mata pelajaran lain, terutama dipergunakan dalam pembuatan soal,” katanya.

Asifatuz Zuhro, salah satu guru peserta kegiatan ini mengatakan pelatihan ini sangat menarik untuk diikuti. Selain itu, sangat bermanfaat ketika membuat soal yang berkualitas.

“Harapan kami, acara seperti ini terus diadakan berkelanjutan karena masih banyak ilmu yang harus kita pelajari,” pungkasnya

— admin

No comments yet.

Leave a reply

Reset all fields